Selasa, 03 Agustus 2010

Cikumunya

Nama sebenernya bukan cikumuya tapi CHIKUNGUYA. Istilah ini berasal dari bahasa Swahili (Africa) yg artinya membungkuk, bengkok etc. Penyebab utama penyakit ini bukan disebabkan oleh gigitan nyamuk saja, tetapi disebabkan oleh virus CHIKUNGUYA itu sendiri, Nyamuk hanya sebagai vektor perantara, jadi selama nyamuknya nggak menghisap darah orang yg kena CHIKUNGUYA , maka digigit 100x pun gak masalah (baru jadi masalah kalo nyamuk yg sama sebelumnya menggigit org yg sakit demam CHIKUNGUYA ini).

Jenis nyamuk vektornya sama dgn jenis nyamuk yg menularkan Demam Berdarah Dengue (Dengue Haemorrhagic Fever- DHF) yaitu Aedes Aegypti (nyamuk ini hanya mampu terbang paling jauh 100 meter).
Sebenarnya bukan Lumpuh gejalanya, tetapi nyeri otot yg hebat (beberapa  hari) sehingga penderita kesulitan menggerakkan anggota badannya karena kalau digerakkan sakit. Kalau lumpuh itu pasti ada hubungannya dgn syaraf (cth polio, stroke etc).

Ini adalah jenis self limiting disease (artinya sembuh sendiri walau tanpa diobati...hanya saja byk org yg tdk tahan, trus berobat utk mengurangi rasa sakitnya). Berdasarkan keterangan dokter yang pernah menangani kasus ini, rasa nyeri otot nya bertahan paling lama 7 hari (mostly 5 hari). 

Gejala : Demam tinggi, disertai ngilu pada otot dan sendi (2-7 har), kadang mual dan muntah.
Lab : Trombosit Normal (tidak benar jawaban diatas yg mengatakan trombosit turun dan harus minum juice jambu). Ini yg membedakan dengan Demam Berdarah (karena panasnya sama, vektornya sama, tapi DB trombosit turun , CHIKUNGUYA enggak.

Pengobatan
1. Analgesic (seperti: Paracetamol, Ibuprofen, Mefenemic Acid dan sebagainya)
2. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara Mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi, Minum sari buah-buahan segar, Vitamin (Vit C, B1, B6, B12) serta istirahat yang cukup

Pencegahan
1. Karena vektornya sama dengan DB maka pencegahannya adalah sama dengan pencegahan DB yaitu 3M (menutup, Menguras, dan Menimbun).
2. Sanitasi Lingkungan biar nyamuk Aedes Aegypti tdk bisa berkembang biak. As long as there's no Aedes aegypti...there's no CHIKUNGUYA Fever .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar